Pengabdian Kami Untuk Gereja

Tampilkan postingan dengan label Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2008

Arah Dasar - ARDAS KAS 2006-2010

ARAH DASAR
UMAT ALLAH
KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG
2006-2010

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang dalam bimbingan Roh Kudus berupaya semakin menjadi persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Yesus Kristus yang mewujudkan Kerajaan Allah yang memerdekakan (bdk. Lukas 4: 18-19). Mewujudkan Kerajaan Allah berarti bersahabat dengan Allah, mengangkat martabat pribadi manusia, dan melestarikan keutuhan ciptaan.

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang sedang berjuang mengatasi korupsi, kekerasan, dan kerusakan lingkungan hidup, umat Allah Keuskupan Agung Semarang terlibat secara aktif membangun habitus baru berdasarkan semangat Injil (bdk. Mat 5-7). Habitus baru dibangun bersama-sama: dalam keluarga dengan menjadikannya basis hidup beriman; dalam diri anak, remaja, dan kaum muda dengan melibatkan mereka untuk pengembangan umat; dalam diri yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir dengan memberdayakannya.

Untuk mendukung upaya tersebut, umat Allah Keuskupan Agung Semarang mengembangkan pola penggembalaan yang mencerdaskan umat beriman, melibatkan perempuan dan laki-laki, memberdayakan paguyuban-paguyuban pengharapan, memajukan kerjasama dengan semua yang berkehendak baik, serta melestarikan keutuhan ciptaan.

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang dengan tulus hati bertekad bulat melaksanakan upaya tersebut, dan mempercayakan diri pada penyelenggaraan ilahi dengan setia dan rendah hati seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja.

Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6)

DOA ARAH DASAR 2006-2010

Bapa, Maha Pemurah, Pemelihara alam semesta,
kami bersyukur kepada-Mu
karena penyertaan-Mu yang bersahabat dengan kami
umat Allah Keuskupan Agung Semarang.

Kami bersyukur atas bimbingan Roh Kudus
yang meneguhkan dan mempererat paguyuban-paguyuban kami
sebagai murid-murid Yesus Kristus.
Bantulah kami untuk sanggup mewujudkan Kerajaan Allah yang memerdekakan.
Semoga kami semakin erat bersatu dengan-Mu,
giat mengangkat martabat pribadi manusia,
dan mengupayakan keutuhan ciptaan
di bumi pertiwi Indonesia.

Bantulah kami agar mampu membangun habitus baru
berdasarkan semangat Injil.
Semoga keluarga-keluarga semakin menjadi basis hidup beriman;
anak-anak, remaja dan kaum muda
semakin terlibat untuk pengembangan umat-Mu.
Bersama dengan yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir
tumbuhkanlah dalam diri kami semangat untuk saling memberdayakan.
Semoga dalam hidup umat-Mu di keuskupan kami
berkembanglah pola penggembalaan yang mencerdaskan,
melibatkan perempuan dan laki-laki,
memberdayakan paguyuban-pagyuyuban pengharapan,
memajukan kerja sama dengan semua yang berkehendak baik
dan melestarikan keutuhan ciptaan.

Bersama Santa Maria, hamba Allah dan bunda Gereja,
teladan kesetiaan dan kerendahan hati,
kami persembahkan doa, niat dan upaya kami
kepada-Mu melalui Yesus Kristus
Putera-Mu, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.

Minggu, 13 April 2008

Sejarah Singkat Keuskupan Agung Semarang

Pada tanggal 7 Agustus 1806 Raja Lodewijk Napoleon mengumumkan undang-undang kebebasan beragama. Akibatnya, Gereja Katolik di Indonesia, yang dilarang sejak tahun 1621, dapat berkembang lagi. Pada tahun 1807 mulailah lembaran baru dalam sejarah Gereja, ketika wilayah Hindia Belanda menjadi satu kesatuan dalam Gereja Katolik, yaitu Prefektur Apostolik Batavia. Dua imam sekulir dari Negeri Belanda tiba di Jakarta pada tanggal 4 April 1808 sebagai misionaris pertama. Pastor Jacobus Nelissen menjadi pemimpin pertama misi, yang meliputi seluruh Nusantara, dan beliau berkediaman di Jakarta.

Selama 50 tahun berikutnya, 31 imam sekulir mengikuti jejak langkah kelompok kecil misionaris pertama itu. Di antara mereka adalah Pastor C.J.H. Franssen yang ditugaskan di Ambarawa. Pada tahun 1859 dua imam Yesuit tiba di Jakarta untuk membantu para imam sekulir itu. Selama masa jabatan Mgr. A.C. Classens (1874-1893), hanya dua imam sekulir saja bertahan. Akan tetapi, sementara itu 57 imam Yesuit berdatangan. Dengan demikian, praktis seluruh karya pastoral Gereja ditangani oleh imam Yesuit. Pada tahun 1893, ketika pastor W.J. Staal, SJ ditugaskan menjadi Vikaris Apostolik, tanggungjawab evangelisasi di Indonesia secara kanonik dialihkan dari imam sekulir kepada Serikat Yesus.

Pada tahun 1842 Prefektur Apostolik Batavia ditingkatkan menjadi Vikariat. Pada tahun 1866 Vikariat Apostolik Batavia dibagi menjadi 8 stasi: Batavia, Semarang, Ambarawa, Yogyakarta, Surabaya, Larantuka, Maumere dan Padang.

Pada tahun 1903, seorang guru Kerasulan dan 4 orang kepala desa dari pegunungan wilayah Kalibawang berkunjung pada Rama van Lith. Empat orang ini dibaptis pada tanggal 20 Mei 1904. Dan kemudian, 171 orang menyusul dibaptis oleh Rama van Lith pada tanggal 14 Desember 1904 di Sendangsono. Peristiwa tersebut di luar harapan Rama van Lith. Mgr. Luypen dan pembesar SJ menafsirkan bahwa peristiwa pembaptisan tersebut sebagai tanda yang jelas bahwa metode Rama van Lith menghasilkan buah. Sementara itu pada tanggal 27 Mei 1899, Rama Hoevenaars SJ, teman seperjalanan Rama van Lith dari Eropa ditugaskan di Mendut. Ia berpendapat bahwa misi harus langsung mengarahkan kegiatan-kegiatannya pada rakyat kelas bawah. Ia berhasil juga. Dalam jangka waktu setengah tahun setibanya di Indonesia, telah dibaptis 62 orang Jawa. Pada akhir tahun 1903 jumlah orang Katolik di stasi Mendut lebih kurang 300 orang.

Kedua metode tersebut dipraktikkan dan dipertahankan oleh kedua misionaris pertama itu. Pada tanggal 27 Juni 1905 Rama Hovenaars dipindahkan ke Cirebon. Beberapa tahun sesudahnya, ketika ia ditugaskan di Surakarta, ia mengakui keunggulan kebijakan Rama van Lith dan mengikuti jejaknya.

Terutama wilayah sekitar Surakarta dan Yogyakarta terbukti menjadi tanah subur bagi benih-benih firman Allah. Sampai sekarang mayoritas umat Katolik Keuskupan Agung Semarang tinggal di wilayah tersebut. Di situlah terdapat pengaruh kuat dari keraton Surakarta dan Yogyakarta, bersamaan dengan nilai budaya tradisional yang telah berakar sangat dalam di hati dan sikap hidup masyarakat.

Nilai-nilai budaya tersebut tidak menjadi ancaman atau diganti dengan agama Katolik. Karena alasan itulah, proses inkulturasi, yang telah dirintis oleh Rama van Lith, mengutamakan perlunya bahasa Jawa. Bahasa tidaklah sekedar sarana komunikasi, tetapi juga kristalisasi jiwa masyarakat dalam memandang dunia dan manusia secara khas Jawa. Di Muntilan Rama van Lith adalah pastor pertama yang dapat berkomunikasi dengan masyarakat Jawa dalam bahasa Jawa. Ia menterjemahkan doa Bapa kami dalam bahasa Jawa.

Rama van Lith berhasrat memberi kaum muda Jawa, pria dan wanita, suatu pendidikan yang bermutu tinggi, yang membuat mereka mampu memiliki posisi penting dalam masyarakat. Maka diselenggarakan pendidikan Kristiani, agar mereka menjadi benih-benih kerasulan yang dapat tumbuh dan berbuah di kemudian hari. Pada tanggal 14 Januari 1908 Tarekat Suster Fransiskan mendirikan sekolah ketrampilan khusus untuk gadis-gadis Jawa di Mendut.

Peristiwa sangat penting di Keuskupan Agung Semarang adalah didirikannya Seminari Menengah. Tiga dari enam calon generasi pertama dari tahun 1911-1914 ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1926 dan 1928, yaitu Rama F.X.Satiman, SJ, A. Djajasepoetra, SJ, dan Alb. Soegijapranta, SJ.

Pada tahun 1915 Rama van Driessche, SJ (1875-1934) merintis karyanya di antara orang-orang Jawa di Yogyakarta dengan bantuan seorang katekis.

Karya misi sungguh didukung dan dikembangkan oleh Tarekat Bruder FIC. Lima Bruder pertama datang dari Negeri Belanda di Yogyakarta pada bulan September 1920. Langsung saja mereka ditugaskan untuk mengajar di HIS. Kedatangan Bruder-Bruder berikutnya mampu memekarkan karya mereka di kota-kota lain seperti Muntilan (1921), Surakarta (1926), Ambarawa (1928) dan Semarang (1934). Pada bulan Januari 1922, Percetakan Kanisius mulai beroperasi dan dipercayakan kepada Tarekat Bruder FIC.

Rama Strater, SJ mendirikan Perhimpunan Wanita Katolik pada tanggal 9 September 1923. Berdirinya Organisasi Partai Politik Katolik pada bulan Agustus 1923 menjadi bukti perkembangan Gereja dan keberanian orang-orang Katolik dengan pusatnya di Yogyakarta.

Disebabkan oleh perbedaan situasi antara Jawa Barat/Batavia dan Jawa Tengah, dan demi berkembangnya Gereja, pada tanggal 1 Agustus 1940 didirikanlah Vikariat Apostolik Semarang. Paus Pius XII menetapkan Rama Albertus Soegijapranata SJ menjadi Vikaris Apostolik. Ia menjadi uskup pribumi Indonesia pertama.

Peristiwa tragis menimpa dua orang hamba Tuhan, Rama Richardus Kardis Sandjaja, Pr. dan Frater Hermanus Bouwens, SJ. Pada tanggal 20 Desember 1948 mereka dibunuh di dusun Kembaran dekat Muntilan. Peristiwa itu berkaitan dengan penyerangan pasukan Belanda di Semarang yang berlanjut ke Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1948, yang biasa disebut dengan clash kedua.

Mgr. Albertus Soegijapranata SJ wafat pada tahun 1963, dan dimakamkan di makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, sebagai Pahlawan Nasional. Mgr. Justinus Darmojuwono, Uskup kedua (1964-1981), diangkat menjadi Kardinal pertama di Indonesia (26 Juni 1967). Agar karya pastoral semakin berbuah, pada tahun 1967 Kardinal Justinus Darmajuwono mendirikan 4 Vikariat Episkopalis di Keuskupan Agung Semarang, yaitu Semarang, Kedu, Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bapak Kardinal Justinus Darmojuwono wafat pada tanggal 3 Februari 1994, dan dimakamkan di Makam Muntilan.

Mgr. Julius Darmaatmadja, SJ, penggantinya memimpin Keuskupan Agung Semarang (1984-1996). Mgr. Julius mengembangkan karya pastoral berdasarkan Arah Dasar Keuskupan untuk periode lima tahunan (1984-1990; 1990-1995; 1996-2000). Beliau kemudian juga diangkat menjadi Kardinal, dan kemudian dipindahtugaskan ke Jakarta menjadi Uskup Agung Jakarta. Mgr. Suharyo (1997-sekarang) terus mengembangkan karya pastoral dengan mengumatkan Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang untuk periode 2001-2005. Berinspirasikan ajaran Konsili Vatikan II Mgr. Suharyo mendorong Gereja Katolik mewujudkan diri menjadi persekutuan paguyuban-paguyuban yang hidup, tempat orang-orang beriman menghayati Gereja sebagai peristiwa iman.

Benih-benih firman Allah telah berkembang dan menghasilkan banyak buah sebagaimana tampak dalam statistik dari tahun 1941-2004.

Statistik

TahunKatolikJumlah PendudukPros.Imam PrajaImam non prajaJml ImamUmat per ImamDia kon ThbRelig LakiRelig prmpParokiSumber
195047,01310,000,000.5%156580587-11129623ap1951
1970203,89514,886,7601.4%42167209975-338546-ap1971
1980302,09416,790,0001.8%621642261,336-492543-ap1981
1990423,84028,773,0001.5%761912671,587-58591579ap1991
1999483,49418,762,9412.6%1211923131,54416461,13088ap2000
2000483,28318,762,9412.6%1241923161,52915961,17888ap2001
2001488,36219,038,0002.6%1331973301,479-6681,23789ap2002
2002493,92619,056,0822.6%1301943241,524-6871,21489ap2003
2003512,95919,056,0822.7%1362023381,517-6671,21385ap2004
2004503,59719,056,0822.6%1422023441,463-6661,21387ap2005

Setelah sekitar 100 tahun karya misi dan pastoral dilaksanakan, pada tahun 2004 ini umat Keuskupan Agung Semarang mencapai jumlah lebih dari 500.000, dan tersebar di 87 paroki.

profil - Biografi Para Uskup - Julius Cardinal Darmaatmadja SJ

Julius Riyadi Cardinal Darmaatmadja, S.J.
Archbishop of Jakarta - Uskup Agung Jakarta
Cardinal-Priest of S. Cuore di Maria
Bishop of Indonesia, Military - Uskup Militer Indonesia

PenanggalanUsiaEventsPeristiwa
20 Dec 19340Born MuntilanDilahirkan di Muntilan
18 Dec 196935.0Ordained Priest Priest of Society of JesusDitahbiskan sebagai imam Serikat Yesus (SJ)
19 Feb 198348.2Appointed Archbishop of Semarang, IndonesiaDitetapkan sebagai Uskup Agung Semarang
29 Jun 198348.5Ordained Bishop Archbishop of Semarang, IndonesiaDItahbiskan menjadi Uskup Agung Semarang
28 Apr 198449.4Appointed Bishop of Indonesia, Military Ditunjuk sebagai Uskup Militer Indonesia
26 Nov 199459.9Elevated to CardinalDiangkat menjadi Kardinal
26 Nov 199459.9Appointed Cardinal-Priest of S. Cuore di MariaDItunjuk sebagai Kardinal-Imam dari S. Cuore di Maria
11 Jan 199661.1Appointed Archbishop of Jakarta, IndonesiaDitunjuk menjadi Uskup Agung Jakarta, Indonesia



a priest for 35.81 years
a bishop for 22.28 years
a cardinal for 10.87 years

Ditahbiskan menjadi imam oleh: Justinus Cardinal Darmojuwono †

Pentahbis Utama:
Justinus Cardinal Darmojuwono †

Pentahbis lain:
Bishop Francis Xavier Sudartanta Hadisumarta, O. Carm. †
Archbishop Leo Soekoto, S.J. †

Episcopal Lineage / Apostolic Succession:
Julius Riyadi Cardinal Darmaatmadja, S.J. (1983)
Justinus Cardinal Darmojuwono † (1964)
Archbishop Ottavio De Liva † (1962)
Franz Cardinal König † (1952)
Bishop Michael Memelauer † (1927)
Friedrich Gustav Cardinal Piffl † (1913)
Raffaele Cardinal Scapinelli di Leguigno † (1912)
Rafael Cardinal Merry del Val y Zulueta † (1900)
Mariano Cardinal Rampolla del Tindaro † (1882)
Edward Henry Cardinal Howard † (1872)
Carlo Cardinal Sacconi † (1851)
Giacomo Filippo Cardinal Fransoni † (1822)
Pietro Francesco Cardinal Galeffi † (1819)
Alessandro Cardinal Mattei † (1777)
Bernardino Cardinal Giraud † (1767)
Pope Carlo della Torre Rezzonico † (1743)
Pope Prospero Lorenzo Lambertini † (1724)
Pope Pietro Francesco (Vincenzo Maria) Orsini de Gravina, O.P. † (1675)
Paluzzo Cardinal Paluzzi Altieri Degli Albertoni † (1666)
Ulderico Cardinal Carpegna † (1630)
Luigi Cardinal Caetani † (1622)
Ludovico Cardinal Ludovisi † (1621)
Archbishop Galeazzo Sanvitale † (1604)
Girolamo Cardinal Bernerio, O.P. † (1586)
Giulio Antonio Cardinal Santorio † (1566)
Scipione Cardinal Rebiba †

Selebran Utama dalam pentahbisan:
Uskup Agung Peter Turang
Uskup Agung Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo
Uskup Agustinus Agus
Uskup Julianus Kemo Sunarko, S.J.
Uskup Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, M.S.F.
Uskup Justinus Harjosusanto, M.S.F.

Ikut mentahbiskan:
Uskup Herman Joseph Sahadat Pandoyoputro, O. Carm.
Uskup Giulio Mencuccini, C.P.
Uskup Joseph Theodorus Suwatan, M.S.C.
Uskup Agung Johannes Liku Ada'
Uskup Johannes Sudiarna Hadiwikarta †
Uskup Agung Longinus Da Cunha
Uskup Datus Hilarion Lega
Uskup Agung Nicolaus Adi Seputra, M.S.C.

Sekarang menjabat Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia

profil - Biografi Para Uskup - Justinus Cardinal Darmojuwono Pr

Justinus Cardinal Darmojuwono †
Deceased
Archbishop Emeritus of Semarang
Cardinal-Priest of SS. Nome di Gesù e Maria in Via Lata

--------------------------------------------------------------------------------

Peristiwa-peristiwa dalam hidupnya:

PenanggalanUsiaEventsPeristiwa
2 Nov 19140Born Godeanlahir di Godean
25 May 194732.6Ordained Priest Priest of Semarang, IndonesiaDitahbiskan sebagai Imam Keuskupan Agung Semarang
10 Dec 196349.1Appointed Archbishop of Semarang, IndonesiaDitetapkan sebagai Uskup Agung Semarang
6 Apr 196449.4Ordained Bishop Archbishop of Semarang, IndonesiaDitahbiskan sebagai Uskup Agung semarang
8 Jul 196449.7Appointed Bishop of Indonesia, MilitaryDitetapkan sebagai Uskup Militer di Indonesia
26 Jun 196752.6Elevated to CardinalDiangkat menjadi Kardinal
26 Jun 196752.6Appointed Cardinal-Priest of SS. Nome di Gesù e Maria in Via LataDitetapkan sebagai Kardinal-Imam dari SS. Nome di Gesu e Maria in Via Lata
3 Jul 198166.7Retired Archbishop of Semarang, IndonesiaPensiun sebagai Uskup Agung Semarang
198267.2Retired Bishop of Indonesia, MilitaryPensiun sebagai Uskup Militer
3 Feb 199479.3Died Archbishop Emeritus of Semarang, IndonesiaWafat


a priest for 46.7 years
a bishop for 29.8 years
a cardinal for 26.6 years

Yang mentahbiskan: Archbishop Ottavio De Liva †

Episcopal Lineage / Apostolic Succession:
Justinus Cardinal Darmojuwono † (1964)
Archbishop Ottavio De Liva † (1962)
Franz Cardinal König † (1952)
Bishop Michael Memelauer † (1927)
Friedrich Gustav Cardinal Piffl † (1913)
Raffaele Cardinal Scapinelli di Leguigno † (1912)
Rafael Cardinal Merry del Val y Zulueta † (1900)
Mariano Cardinal Rampolla del Tindaro † (1882)
Edward Henry Cardinal Howard † (1872)
Carlo Cardinal Sacconi † (1851)
Giacomo Filippo Cardinal Fransoni † (1822)
Pietro Francesco Cardinal Galeffi † (1819)
Alessandro Cardinal Mattei † (1777)
Bernardino Cardinal Giraud † (1767)
Pope Carlo della Torre Rezzonico † (1743)
Pope Prospero Lorenzo Lambertini † (1724)
Pope Pietro Francesco (Vincenzo Maria) Orsini de Gravina, O.P. † (1675)
Paluzzo Cardinal Paluzzi Altieri Degli Albertoni † (1666)
Ulderico Cardinal Carpegna † (1630)
Luigi Cardinal Caetani † (1622)
Ludovico Cardinal Ludovisi † (1621)
Archbishop Galeazzo Sanvitale † (1604)
Girolamo Cardinal Bernerio, O.P. † (1586)
Giulio Antonio Cardinal Santorio † (1566)
Scipione Cardinal Rebiba †


Selebran Utama dalam pentahbisan:
Julius Riyadi Cardinal Darmaatmadja, S.J.

Selebran Utama dalam pentahbisan:
Uskup Agung Leo Soekoto, S.J. †
Uskup Herman Ferdinandus Maria Münninghoff, O.F.M.
Uskup Francis Xavier Sudartanta Hadisumarta, O. Carm.
Uskup Paschalis Soedita Hardjasoemarta, M.S.C. †
Uskup Ignatius Harsono †
Uskup Agung Alfred Gonti Pius Datubara, O.F.M. Cap.
Uskup Andreas Henrisusanta, S.C.I.
Uskup Agung Hieronymus Herculanus Bumbun, O.F.M. Cap.
Uskup Isak Doera
Uskup Blasius Pujoraharja
Uskup Aloysius Josef G. Dibjokarjono †
Julius Riyadi Cardinal Darmaatmadja, S.J.
Uskup Alexander Soetandio Djajasiswaja

profil - Biografi Para Uskup - Mgr. Albertus Soegijopranoto SJ

Archbishop Albert Soegijapranata, S.J. †
Deceased
Archbishop of Semarang - Uskup Agung Semarang
Vicar Apostolic of Indonesia, Military - Uskup Militer

PenanggalanUsiaEventsPeristiwa
25 Nov 1895-Born SoerakartaLahir di Surakarta
15 Aug 193135.7Ordained Priest Priest of Society of JesusDitahbiskan sebagai Imam Jesuit - SJ
1 Aug 194044.7Appointed Vicar Apostolic of Semarang, IndonesiaDitetapkan sebagai Vikaris Apostolis Semarang)
1 Aug 194044.7Appointed Titular Bishop of DanabaDitetapkan sebagai Uskup Tituler Danaba
6 Nov 194044.9Ordained Bishop Titular Bishop of DanabaDitahbiskan sebagai Uskup Danaba
194953.1Appointed Vicar Apostolic of Indonesia, MilitaryDitetapkan sebagai Vikaris Apostolik Militer
3 Jan 196165.1Appointed Archbishop of Semarang, IndonesiaDitetapkan sebagai Uskup Agung Semarang
23 Jul 196367.7Died Archbishop of Semarang, IndonesiaWafat sebagai uskup agung Semarang


a priest for 31.9 years
a bishop for 22.7 years

Data dari Catholic Hierarchy (www.kasemarang.org)

Sabtu, 12 April 2008

Profil : Mgr. Prof. Dr. Ignatius Suharyo Pr

ayah-Ibu: Florentinus Amir Hardjodisastra (alm) dan Theodora Murni Hardjodisastra.
Berasal dari 10 bersaudara: 3 puteri, 6 putera, satu meninggal dunia. Dari 6 putera, lima orang masuk Seminari.
Yang jadi imam 2 orang: Rm. Suitbertus Sunardi OCSO (Rawaseneng) dan Rm. I. Suharyo Pr.
Dari 3 puteri, dua orang menjadi suster:
Sr. Marganingsih dan Sr. Sri Murni
Penanggalan Peristiwa
9 Juli 1950
Lahir di desa Sedayu,
kelurahan Argosari, kecamatan Sedayu
1955
SD Pangudi Luhur Sedayu
1958
SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta
1961-1968
SMP dan SMA Seminari Mertoyudan
1968-1976
Seminari Tinggi Kentungan DIY
26 Januari 1976
Ditahbiskan menjadi imam bersama dengan alm Rm. Bardiyanto PrBeberapa karya selama menjadi Imam:
Penanggalan
Peristiwa
1976
Satu tahun persiapan studi, di paroki Bintaran Yogyakarta
1977-1981
Studi di Universitas Urbaniana Roma, Italia. Meraih Doktor Teologi Kitab Suci dengan Skripsi mengenai Injil Lukas.
1982-1997
Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta.Dengan aneka karya: A. KARYA PENGGEMBALAAN
No
Karya
1.
Dosen Pengantar dan Ilmu Tafsir Perjanjian Baru pada Fakultas Teologi Wedabhakti, Yogyakarta, 1989
2.
Dosen di Sekolah Tinggi Kateketik Kotabaru
3.
Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang s/d 1997
4.
Ketua UNIO (Persaudaraan Imam-Imam Praja Keuskupan Agung Semarang)
5.
Penulis Buku, artikel, Penerjemah/PenyadurB. MEMBUAT BUKU:
No Urut
JUDUL BUKU
1.
Membaca Kitab Suci: PAHAM-PAHAM DASAR
2.
Membaca Kitab Suci: TULISAN-TULISAN PERJANJIAN LAMA
3.
Membaca Kitab Suci: TULISAN-TULISAN PERJANJIAN BARU
4.
PENGANTAR INJIL SINOPTIK
5.
MENGENAL ALAM HIDUP PERJANJIAN LAMA
6.
KITAB WAHYU, Paham dan Maknanya Bagi Hidup Kristen.
7.
DATANGLAH KERAJAANMU. Latar Belakang dan Penafsiran Bapa Kami (Bersama Rm. FX. Agus Suryana Gunadi Pr)
8.
KISAH SENGSARA YESUS DALAM INJIL SINOPTIKC. MEMBUAT TERJEMAHAN/SADURAN dari karya-karya Henri J.M. Nouwen
No Urut
JUDUL BUKU
1.
MENGGAPAI KEMATANGAN HIDUP ROHANI
2.
DENGAN TANGAN TERBUKA
3.
ENGKAU DIKASIHI
4.
KEMBALINYA SI ANAK HILANG
5.
CAKRAWALA HIDUP BARU
6.
PELAYANAN YANG KREATIF
7.
DARI HATI KE HATI
8.
TANDA-TANDA KEHIDUPAN
9.
TUHAN, TUNTUNLAH AKU
10.
YANG TERLUKA YANG MENYEMBUHKAN
11.
TUHAN, DENGARLAH SERUANKU
12.
DALAM NAMA YESUS
13.
HATI PENUH SYUKUR
14.
IN MEMORIAM
15.
MEMBERI DAN MENERIMA
16.
DARI BUDI TURUN KE HATI
17.
MENCARI MAKNA KEHIDUPAN
18.
BUAH PENGHARAPAN
19.
MEMASUKI RUANG BATIN
20.
SEHATI SEPERASAAN
21.
MENITI RODA KEHIDUPAN
22.
BERKEMBANG DALAM HIDUPMENJADI USKUP:
Penanggalan
Peristiwa
24 Mei 1997
Sri Paus Yohanes Paulus II mengumumkan pengangkatan Rm. I. Suharyo Pr menjadi Uskup Agung Semarang, menggantikan Julius Cardinal Darmaatmaja, SJ.
22 Agustus 1997
Ditahbiskan sebagai Uskup di GOR Jatidiri Semarang dengan Semboyannya: "SERVIENS DOMINO CUM OMNI HUMILITATE" Act 20:19 yang artinya "AKU MELAYANI TUHAN DENGAN SEGALA RENDAH HATI" Kisah Para Rasul 20:19
2 Januari 2006
Ditetapkan sebagai Uskup Militer menggantikan Kardinal J. Darmoatmodjo SJDalam Sidang KWI 3-13 Nopember 1997 diangkat menjadi Ketua Komisi HAK Konperensi Wali Gereja Indonesia. Sekarang menjadi Sekretaris Jendral KWI. Beberapa karya sebagai Uskup:
----
Peristiwa
1.
Melaksanakan kunjungan ke setiap paroki di wilayah Keuskupan Agung Semarang. Dua tahun baru selesai.
2.
Membuka diri untuk pertemuan dan dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat: Megawati Sukarnoputri, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Amien Rais, Gubernur dan Pangdam Ja-teng.